B. Hartono: “Korupsi Harus diberantas Secara Bersama”

Hukum1057 Dilihat

Hukumid.co.id, Jakarta –  Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bappenas, Senin, 30 Desember 2024 Presiden Prabowo Subianto bersuara  lantang terkait  kontroversi mengenai vonis hakim terhadap Harvey Moeis. 

Harvey yang terlibat kasus korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah dengan kerugian Rp 300 triliun  menerima vonis ringan. Secara tegas  Prabowo meminta para aparat hukum membersihkan diri sebelum dibersihkan rakyat. Sebab, kata Prabowo, rakyat Indonesia bukan rakyat yang bodoh.

“Saya tidak menyalahkan siapapun. Ini kesalahan kolektif kita. Mari kita bersihkan. Makanya, saya katakan aparat pemerintah untuk segera membersihkan diri sebelum nanti rakyat yang membersihkan kita. Lebih baik kita membersihkan diri kita sendiri,” tegas Presiden  Prabowo, memperingatkan jajarannya.

Presiden Prabowo juga mengkritik para  hakim yang menjatuhkan vonis ringan kepada koruptor. Ia menilai vonis ringan untuk koruptor melukai hati rakyat. 

Selain itu, Prabowo mendorong para hakim untuk mengajukan banding. Prabowo mengatakan rakyat mengerti persoalan ini.  

“Tolong Menteri Pemasyarakatan, Jaksa Agung naik banding. Vonisnya, ya, 50 tahun, kira-kira,” kata Prabowo. “Kita semua mari kita kembali ke jati diri kita 17 Agustus 1945, cita-cita pendiri (bangsa) kita.”

Presiden Prabowo  juga mengingatkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto untuk memastikan para terpidana, khususnya terpidana korupsi, tidak mendapatkan kemudahan-kemudahan saat mendekam di penjara. “Nanti jangan-jangan di penjara pakai AC, punya kulkas, pakai TV. Tolong menteri pemasyarakatan ya, jaksa agung,” kata Prabowo.

Diketahui Bersama, Harvey Moeis hanya dihukum 6,5 tahun penjara, denda Rp 1 miliar, dan dibebani membayar uang pengganti Rp 210 miliar dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah yang disebut merugikan negara sebesar Rp 300 triliun. 

Praktisi  hukum DR. B. Hartono mengatakan hasil vonis Harvey Moeis dengan putusan 6.5 tahun itu terlalu mudah harusnya. Bagi Hartono belum pernah dengan seorang Presiden mengatakan seperti itu. Untuk itulah kata Hartono  Negara ini rusaknya karena koupsi. Dimana kata Dia,  kurangnya kepercayaan banyak orang akan pemerintah karena korupsi itu terjadi karena terorganisir dari atas sampai ke bawah koruspi itu terjadi karena orang yang mengerti hukum kalau orang yang tidak ngerti hukum dia nggak tau. Bagaimana caranya terhindar dari jepitan hukum.  Jadi orang  bisa korupsi itu karena di pelajari dan mengerti. Jadi tau Langkah langkahnya jika melakukan ini hukumannya berapa, ujar Hartono. 

Jadi kata Konsultan ini melihat  salah satu cara untuk memberantas korupsi, hasil korupsi itu harus dikejar habis supaya orang jera semua disita habis. Tapi sebagaimana Presiden  Prabowo katakan kalau yang sudah terjadi diampuni, kalau nggak seperti itu negara  nggak bisa jalan . namun jika itu benar biar terjadi Prabowo tidak segan segan mengambil Tindakan tegas untuk itu.  Dengan pernyataan Prabowo ini membuat investor pun yang masuk ke Indonesia akan percaya kepada Indonesia,  kenapa orang yang akan buat ijin di Indonesia akan lncar dan dibantu. 

“Jadi pada intinya di negara kita kalau dipersulit kenapa dipermudah. Ini yang terjadi di Indonesia. Inilah filosofi yang dihilangkan. Kita boleh cari uang dari hasil keringatkan kita tapi jangan  menyalahgunakan kekuasaan.” ucapnya. 

Bagi Hartono yang juga sebagai Kurator ini menggambar di negar China, di sana tidak ada pengacara jadi antara hidup dan mati tapi di Indonesia mengacu kepada Pancasila.  

“Harus ada efek jera hasil korupsi itu diustut disita sampai ke akar akarnya. Baik yang terima di hukum. Kedua diberikan sangsi sosial supaya dia tidak bisa bergerak kemana mana. Ketiga, membut semua anak bangsa ini sadar sudah saatnya hentikan namanya koruspsi,” pintanya.

“Jadi intinya hukum itu jangan tumpul kebawah hukum itu harus tajam kesemua pihak baik kebawah maupun keatas,” tegasnya. 

“Saya lihat satu sikap yang di mana belum ada presiden sebumnya menyatakan ketegasan seperti ini. Karena korupsi ini sudah mengakar luar biasa. Korupsi itu banyak macam bisa disebabkan dengan korupsi karena jabatan.  Contoh dengan kewenangan dia dia melakukan manipulasi, merekayasa, keputusan Keputusan,” tandasnya. 

Untuk itu Hartono mengajak mari sama sama menyadari bahwa koruspi itu harus kita berantas secara Bersama sama nggak bisa Presiden Prabowo yang melakukannya sendiri. 

Untuk itu Hartono berharap, untuk kepemimpinan Presiden  Prabowo Subianto  dalam memberantas korupsi, Prabowo yang mempunyai intelektual  yang sangat tinggi dan didikan militer dan pengalaman. Jadi dengan ketiga poin ini Prabowo akan mampu memperbaikinya dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Adanya Tingkat kesadaran di semua pejabat untuk bekerja bersama sama  membangun bangsa ini bukan untuk korupsi, tutupnya.

LT