
HukumID, Jakarta – Ratusan pengemudi (sopir) truk sampai di Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menyamp keluhannya terhadap armada mereka yang sering mogok. Mereka menilai armada yang dikendarai sering mogok disebabkan dari kualitas accu yang dibawah standar sebagaimana mestinya.
Akibat terlalu sering mogok, kinerja mereka pun tertekan. Pasalnya pengemudi truk sampah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan hampir semuanya mengeluhkan kondisi accu yang tidak berkualitas dan tidak tahan lama, sehingga membuat kendaraan truk sampah sering mogok.
Pengangkutan sampah dari wilayah Jakarta Selatan akhirnya menjadi terganggu. Hal ini membuat kinerja sopir truk sampah di wilayah Jakarta Selatan menjadi turun.
Begitu juga yang dialami si Kumbang salah seorang sopir truk sampah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, yang namanya sengaja disamarkan demi keamanan.
”Gimana nggak ngedrop, accu baru sudah soak, dengan merk incoe. Berbeda dengan truk sampah dari wilayah lain,” katanya.
Kumbang mengatakan truk sampai di wilayah lain menggunakan accu yang berkualitas dan biasa digunakan sejak lama Dinas Lingkungan Hidup DKI. Kalo udah ngadat begini sopir yang ketempuhan harus menanggung sendiri.
Padahal, lanjut Kumbang, uang makan kita saja tidak cukup untuk membeli accu. akhirnya mau tidak mau, kebanyakan sopir truk sampah harus ‘ngompremg’. Dan ini sudah menjadi rahasia umum untuk menambal kekurangan accu yang dibagikan oleh pihak Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.
Lebih lanjut Kumbang menjelaskan, kondisi ini sudah berlangsung hampir 5 tahun jalan. Padahal para sopir truk sampah di Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menginginkan accu yang berkualitas dan standar baik seperti di wilayah-wilayah lain.
“Sehingga, dapat bekerja lebih profesional dan tidak lagi melakukan ‘ngompreng’ untuk mencari tambahan, guna mengganti accu yang lebih baik,” tegasnya
Sementara itu berdasarkan informasi dilapangan, pengadaan Accu kendaraan truk sampah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan untuk tahun anggaran 2025 diketahui pemenangnya adalah PT Putra Tangguh Perkasa, dengan produk tayang Accu N-70 dan N-100 Catalog Inaproc PT. Putra Tangguh Perkasa Produknya tidak ada Merek (merek accu nya tidak jelas)
Tidak hanya itu saja, PT Putra Tangguh Perkasa dalam memenangkan pengadaan Accu truk Sampah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan menggunakan KBLI Perkakas yang didalam nya tidak termasuk Accu. Bahkan, saat dilakukan penelusuran keberadaan kantor PT Putra Tangguh Perkasa di Gedung Permata Executive Office lantai 4 di Jl. Casablanca No. 45, Jakarta Selatan, DKI Jakarta tidak ada. Bahkan petugas keamanan gedung menegaskan, tidak pernah ada nama perusahaan itu dilantai 4 di gedung tersebut.
Tidak sampai disitu, kejanggalan lainnya adalah pemilihan atau penentuan barang yang ada di catalog inaproc oleh pihak Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang tidak memiliki merk. Ini menjadi aneh, bagaimana bisa menentukan kekuatan suatu produk jika produk tersebut tidak mencantumkan namanya.
Hal ini yang menjadi pertanyaan besar.
Kok bisa menang dalam pengadaan Accu truk sampah di Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan?. Padahal sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 untuk Pengadaan Accu, Ban dan Suku Cadang menggunakan KBLI 45301-45302.
Ketentuan itu juga didasari Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 Tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia dan Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2007.
Dengan adanya temuan ini, diduga tidak akan mengubah kondisi dilapangan para sopir truk sampah Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan yang telah menderita dilapangan.
Sementara itu saat dikonfirmasi tentang kondisi accu truk sampah, Kasudin lingkungan hidup Jakarta Selatan Rizky Febriyanto belum bisa memberikan penjelasan terkait keresahan para sopir truk sampah di Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.







