HukumID | Jakarta – Pasca dilantik pada 28 Agustus 2026 lalu, DPD Peradi Profesional DKI Jakarta langsung tancap gas melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Salah satunya adalah Gathering dan Latihan Menembak yang dilakukan di Kodam Jaya, Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Ketua DPD Peradi Profesional Taufiq Akbar Kadir, S.H., M.H. untuk olahraga kita memang akan membuat rutin, dengan tujuan ingin membangun chemistry diantara anggota dan pengurus. Biar kepengurusan ini bisa berjalan dengan baik, maka kita ingin kepengurusan ini tidak terlalu formal tapi lebih kasual.
“Ke depan acara-acara olahraga bukan hanya tembak, tapi juga ada beberapa olahraga seperti golf atau higing akan menjadi agenda rutin. Karena ini profesi yang serius, kalau sudah sudah dari hari Senin sampai Jumat maka harus direfreshing pada Sabtu dan Minggu,” ujarnya.
Lebih lanjut Taufik berharap kegiatan-kegiatan olahraga ini bisa bermanfaat bagi anggota dan pengurus DPD Peradi Profesional DKI Jakarta. Kami berharap dengan adanya kegiatan olahraga rutin ini bisa menjaga kebugaran bagi para pengurus maupun anggota.

“Terlebih untuk menangani sebuah perkara dibutuhkan keseriusan, kesehatan, mental dan fisik sehingga dengan menjaga tubuh tetap bugar maka aktivitas pun bisa dijalankan dengan baik. Untuk menjaga aktivitas terjaga dengan baik, maka salah satunya adalah dengan melakukan rutinitas olahraga ini,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua Bidang Seni, Budaya, Sosial dan Olahraga DPD Peradi Profesional DKI Jakarta Agus Halim, SH., LLM., kami dari bidang olahraga bersama teman-teman sekalian mengadakan kegiatan ini atas kebersamaan diantara pengurus dan juga anggota DPD Peradi Profesional DKI Jakarta semakin meningkat kebersamaannya, kekompakan dan soliditas dalam berkolaborasi bagaimana mengangkat nama Peradi Profesional.
“Tentu di dalam kegiatan ini kami mengambil momentum latihan menembak dimana dalam menembak ada tagline empat poin, yang pertama adalah fokus, kedua disiplin, ketiga presisi dan terakhir adalah sportifiy,” ucapnya.
Agus menjelaskan di dalam menembak kita harus bisa fokus dalam membidik sasaran dan tidak terpengaruh dengan gangguan apapun. Begitupun ketika profesi kita sebagai advokat dituntut bagaimana agar seorang advokat bisa memahami kliennya secara menyeluruh dan fokus dalam menangani persoalan yang ada tanpa pengaruh dengan tekanan atau disersi dan lain-lain.
“Begitu juga dengan disiplin juga menjadi sangat penting, karena dalam menembak harus mentaati aturan seperti yang disampaikan oleh instruktur bagaikan agar tetap safety dalam menembak. Sama halnya ketika sedang menjalankan profesi sebagai advokat harus bisa disiplin ada aturan, waktu dan lain-lain,” katanya.
Terkait presisi ini, tambah Agus, adalah bagaimana caranya kita betul-betul bisa pas mengenai sasaran, sama halnya ketika sedang membela klien pas sesuai dengan harapan berdasarkan fakta hukum yang ada.
“Yang tak kalah penting adalah sportifiy, dimana sportifitas menjadi penting karena menjadi sebuah kehormatan jika kita di dalam menjalankan profesi bisa memegang hal tersebut. Dimana kita bisa menjalankan tugas dengan sportif sesuai dengan prosedur-prosedur yang ada,” ungkapnya.
Baru Pertama Kali Menembak Tapi Juara Pertama
Dalam mementum tersebut yang sangat mengejutkan adalah pemenangnya merupakan seorang perempuan, terlebih dirinya mengaku baru pertama kali latihan menembak tapi justru mendapatkan nilai lebih tinggi dari yang lainnya.
Pemenang juara pertama tersebut adalah Nurul Fajri, S.Sos, SH., MH., dia adalah seorang wanita yang berada di tengah-tengah mayoritas lelaki. Ya meskipun dirinya bersama di tengah-tengah gender lelaki tetap tak menyurutkan nyalinya.
Ketika diwawancarai usai kegiatan, wanita yang biasa disapa Yuni dan Bendahara DPD Peradi Profesional DKI Jakarta itu mengatakan untuk urusan profesi saya sudah terbiasa dikelilingi oleh cowok-cowok, karena memang mayoritas advokat adalah cowok. Namun di sini saya ingin membuktikan bahwa posisi perempuan itu sama saja dengan laki-laki, bahwa seorang lawyer itu tidak bisa dikaitkan dengan masalah gender.
“Dalam kompetisi tadi saya pun senang sekali bisa mendapatkan juara satu, padahal saya tidak menyangka sehingga benar-benar excited (bersemangat,red),” katanya.
Dengan kerendahan hati, Yuni mengungkap jika itu merupakan sebuah kebetulan semata. “Sebetulnya saya lihat itu hanya sebuah keberuntungan karena tidak ada motivasi khusus saat mengikuti kegiatan menembak tadi,” ucapnya.
Yuni menyatakan perencanaan acara ini sudah direncanakan sekitar 2 mingguan untuk menyiapkannya. Sebagai bendahara DPD Peradi Profesional DKI Jakarta saya pun melihatnya senang karena bisa terselenggara dengan sukses oleh rekan-rekan yang ada.
“Kami akan terus melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk memajukan Peradi Profesional khususnya DPD DKI Jakarta. Dalam waktu dekat kita juga akan mengadakan olahraga golf dan hiking, serta kegiatan-kegiatan lainnya,” tutupnya.









