HukumID.co.id, Denpasar — Mengabdikan diri sebagai seorang hakim adalah panggilan yang penuh tantangan dan ujian. Demikian ditegaskan oleh Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto dalam sambutannya pada acara wisuda purnabakti Ketua Pengadilan Tinggi Agama (KPTA) Bali Ketut Madhuddin Djamal, yang digelar di Gedung Pengadilan Tinggi Bali, Senin (30/6).
Dalam pidatonya, Ketua MA menyampaikan bahwa jabatan hakim bukanlah sekadar profesi, tetapi amanah yang penuh godaan dan jalan terjal.
“Toga yang beliau kenakan selama 40 tahun pengabdian telah menjadi perisai integritas. Tidak ternoda oleh kepentingan pribadi, tidak lusuh oleh tekanan kekuasaan, dan tidak tercabik oleh iming-iming duniawi,” tutur Sunarto.
Ia juga menekankan bahwa seorang hakim yang ikhlas harus menyadari bahwa tanggung jawab tertinggi bukanlah kepada atasan, lembaga, atau pemerintah, melainkan semata-mata kepada Tuhan Yang Maha Esa, Zat yang Maha Adil dan Bijaksana.
Ketua MA juga memberikan apresiasi khusus atas kiprah Ketut Madhuddin Djamal di dunia pendidikan. Di luar pengabdiannya sebagai hakim, beliau diketahui turut mendirikan Pesantren Bali Bina Insani di Tabanan, sebuah lembaga pendidikan inklusif yang mencerminkan nilai toleransi tinggi. Sekitar 40% pengajarnya beragama Hindu, sehingga lembaga ini dijuluki sebagai “Tolerance Boarding School” oleh Kementerian Luar Negeri, bahkan telah dikunjungi oleh delegasi dari 96 negara.
“Keaktifan Saudara dalam dunia pendidikan menunjukkan bahwa Saudara memiliki kepedulian tanpa batas. Saya berharap Saudara dapat terus mengabdi, terutama setelah purna tugas dari dunia peradilan,” ujar Sunarto.
Wisuda purnabakti ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial, para Ketua Kamar MA, pejabat eselon I dan II di lingkungan Mahkamah Agung, Gubernur Bali dan unsur Forkopimda Provinsi Bali, para Ketua dan Hakim Pengadilan Agama se-Bali, serta jajaran Dharmayukti Karini pusat dan daerah.
Profil Singkat Drs. Ketut Madhuddin Djamal
Lahir di Buleleng, 16 Juni 1958, Drs. Ketut Madhuddin Djamal mengawali karier sebagai staf di Pengadilan Agama Denpasar tahun 1985. Kariernya menanjak mulai dari Panitera/Sekretaris, Hakim, Wakil Ketua, hingga Ketua di berbagai pengadilan tingkat pertama. Jabatan strategis terakhir yang diemban antara lain:
- Wakil Ketua PTA Bali (2022)
- Wakil Ketua PTA Palangkaraya (2023)
- Ketua PTA Bali (2024)
- Hakim Tinggi PTA Mataram
Dari sisi akademik, ia menyandang Sarjana Hukum Perdata dari IAIN Syarif Hidayatullah (1984), gelar sarjana hukum dari Universitas Mahendradata (1994), serta Magister Manajemen dari STIE IPMI (2013).
Dengan wisuda purnabakti ini, Mahkamah Agung memberikan penghormatan tertinggi kepada seorang hakim yang telah mengabdi dalam senyap, menjaga marwah keadilan dengan integritas yang tak tergoyahkan.









