BNN Gandeng Yayasan Mitra Organik Perkuat Program Pascarehabilitasi Melalui Smart Farming

Nasional586 Dilihat

HukumID | Bogor — Badan Narkotika Nasional (BNN) terus memperkuat program pascarehabilitasi dengan menggandeng Yayasan Mitra Organik Program. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat, pada Senin (21/7), disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Hukum dan Kerja Sama BNN RI, Agus Irianto.

Agus Irianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani permasalahan narkotika di Indonesia. Ia menilai kolaborasi ini sebagai inovasi penting dalam memperluas cakupan program rehabilitasi yang menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi.

“Kemitraan ini menjadi tonggak penting dalam menyediakan pelatihan keterampilan yang aplikatif kepada klien rehabilitasi agar mereka dapat mandiri secara ekonomi saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Agus.

Senada dengan itu, Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN, dr. Elvina Katerin Sahusilawane, menuturkan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memastikan rehabilitasi tidak sekadar pada pemulihan medis, tetapi juga memperkuat reintegrasi sosial dan ekonomi.

“Klien akan diseleksi berdasarkan minat dan bakat, lalu difasilitasi mengikuti pelatihan dan praktik langsung di lahan serta fasilitas yang telah disiapkan. Teknologi smart farming akan diterapkan untuk mendukung efektivitas pelatihan,” jelas dr. Elvina.

Ketua Yayasan Mitra Organik Program, John Tumiwa, menjelaskan pihaknya telah menyiapkan ekosistem pemberdayaan yang mencakup pelatihan, praktik, hingga akses pasar domestik dan internasional. Yayasan ini juga rutin mengikuti pameran produk di tingkat global dengan dukungan dari Kementerian Perdagangan.

“Ke depan, produk-produk hasil pelatihan klien BNN akan diberi label khusus sebagai penanda kemitraan dengan BNN,” ungkap John.

John menambahkan, program ini mengedepankan pelatihan pertanian modern, termasuk pemanfaatan greenhouse dan teknologi smart farming. Dengan keterampilan tersebut, klien diharapkan mampu menjadi petani profesional yang mandiri dan produktif.

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata BNN dalam memperluas rehabilitasi berbasis pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Dengan bekal keterampilan yang aplikatif dan dukungan akses pasar, para klien pascarehabilitasi diharapkan bisa kembali ke masyarakat dengan kemampuan baru dan kepercayaan diri yang lebih baik.