Presiden Prabowo Instruksikan Kapolri dan Jaksa Agung Usut Tuntas Kasus Beras Oplosan

Hukum739 Dilihat

HukumID | Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk segera mengusut dan menindak praktik pengoplosan beras yang marak terjadi di tanah air. Ia menyoroti adanya pengusaha nakal yang membeli gabah kering panen (GKP) dari petani sesuai harga minimum pemerintah, namun kemudian memproses dan menjualnya sebagai beras premium dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

“Ini penipuan, pidana! Saya sudah terima laporan soal ini. Kapolri dan Jaksa Agung, tolong segera usut dan proses. Negara dan rakyat dirugikan hingga Rp100 triliun setiap tahun hanya karena permainan beras oplosan ini,” tegas Prabowo dalam pernyataannya, Senin (21/7/2025).

Presiden menilai, ulah segelintir pengusaha ini merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan rakyat Indonesia. Ia menegaskan tidak akan tinggal diam melihat praktik-praktik kecurangan yang terus melemahkan ekonomi nasional dan merugikan petani.

“Saya capek kerja keras cari pajak untuk negara, tapi di sisi lain ada empat sampai lima pengusaha yang tiap tahun menipu rakyat, meraup keuntungan triliunan rupiah lewat cara kotor,” ujarnya dengan nada geram.

Prabowo juga menyinggung bahwa dalam forum tersebut hadir banyak kepala daerah, termasuk bupati, gubernur, hingga ribuan kepala desa. Ia menyatakan, kejahatan pengoplosan beras adalah bentuk sabotase terhadap upaya memajukan kesejahteraan rakyat.

“Ini adalah upaya melemahkan Indonesia, membuat rakyat kita tetap miskin. Saya tidak terima! Saya perintahkan, Kapolri dan Jaksa Agung selesaikan ini. Kalau tidak mau kembalikan Rp100 triliun itu, kita sita saja penggilingan-penggilingan yang melakukan praktik curang itu,” tegasnya lagi.

Presiden juga mengingatkan pentingnya aparat penegak hukum menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan rakyat. Ia menutup pesannya dengan penegasan moral agar para penegak hukum tidak menunda membela keadilan.

“Saya percaya Kapolri dan Jaksa Agung punya keberanian dan kesetiaan kepada bangsa. Mari sebelum kita dipanggil Tuhan, kita tegakkan kebenaran, kita bela rakyat Indonesia!” tandasnya.