HukumID | Jakarta – Kepala Program Studi Program Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Prof. Dr. Agus Surono, S.H., M.H., menegaskan bahwa kampusnya tidak sekadar berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga berkomitmen mencetak lulusan yang memiliki karakter kuat berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Kami bukan memproduksi sarjana, magister, atau doktor hukum. Kami ingin melahirkan insan berkompetensi dan berkarakter Pancasila,” tegas Prof. Agus Surono dalam wawancara khusus yang dilakukan di Kampus Universitas Pancasila.
Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan akademik mulai dari menguji mahasiswa, membimbing disertasi, hingga menyiapkan penerbitan buku hasil riset mahasiswa—Prof. Agus menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi seluruh mahasiswa, baik di jenjang S1, S2, maupun S3.
“Nilai karakter yang kami tanamkan bersumber dari Pancasila: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Karakter inilah yang membedakan lulusan Universitas Pancasila dengan kampus lain,” ujarnya.
Selain itu, Prof. Agus menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki nilai tambah, tidak hanya dalam aspek keilmuan hukum, tetapi juga kemampuan bahasa dan integritas moral.
“Ketika bahasa dikuasai dan karakter dijaga, maka mereka siap bersaing dengan lulusan mana pun,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para alumnus yang kini berkarier di berbagai profesi, mulai dari advokat, jaksa, hingga hakim.
“Selama dijalani dengan karakter dan komitmen, profesi apa pun bisa membawa kesuksesan,” katanya.
Terkait standar akademik, Prof. Agus menegaskan Universitas Pancasila menjaga kualitas secara ketat.
“Tidak mudah untuk lulus dari sini. Kami seleksi dari awal dan pastikan kualitas tetap terjaga,” tuturnya.
Dalam perbincangan itu, Prof. Agus juga menyinggung sejumlah gagasan yang sedang dikembangkan, seperti inisiatif percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penelitian-penelitian mahasiswa doktoral yang berpotensi dijadikan buku akademik dan rujukan kebijakan hukum nasional.
Di akhir wawancara, Prof. Agus memberi pesan khusus untuk mahasiswa program doktor agar tidak mudah menyerah.
“Doktor yang baik adalah doktor yang selesai. Jangan sekadar bangga masuk program doktor, tapi tidak menyelesaikannya,” pesannya.
Menurutnya, kunci keberhasilan dalam studi doktoral adalah disiplin, rajin bertanya, dan aktif berdiskusi.
“Kami di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Pancasila siap mendampingi mahasiswa hingga mereka berhasil menjadi doktor yang kompeten dan berkarakter,” pungkasnya.







