HukumID.co.id, Jakarta – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) “kubu” Arman Hanis yang digelar baru-baru ini menjadi momentum penting bagi organisasi Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) untuk memulai langkah rekonsiliasi, setelah sempat terpecah belah dalam beberapa tahun terakhir.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) AAI Bandung menyambut baik hasil Munaslub tersebut dan menyuarakan harapan besar terhadap soliditas organisasi di masa depan.
Ketua DPC Bandung Aldis Sandhika menyampaikan bahwa Munaslub ini adalah hal yang telah lama dinantikan sebagai pintu masuk menuju rekonsiliasi.
“Intinya mudah-mudahan ke depan dalam menyelenggarakan Munaslub bersama bisa berjalan lancar sesuai harapan tiga kubu. AAI ini satu-satunya organisasi yang pernah terpecah namun bisa menyatu kembali. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu yang baik dan contoh bagi organisasi lain,” ujarnya usai Munaslub, Kamis (22/5/2025).
Aldis menekankan pentingnya kembali pada nilai-nilai dasar organisasi, “Solidity, loyalty, dan integrity. Harapan kami AAI kembali solid seperti dulu.” tambahnya.
Menanggapi pertanyaan terkait posisi rekonsiliasi, Sekretaris DPC AAI Bandung Pratama N. Aluwi menyebutnya sebagai “jalan terbaik yang diambil oleh DPP”.
“Kalau jalan terburuk ya bubar, itu lebih menyakitkan. Tapi ini jalan terbaik kita untuk kembali dan menunjukkan ke organisasi advokat lain bahwa kita beda levelnya,” katanya.
Pratama Aluwi menambahkan bahwa rekonsiliasi ini menjadi momentum untuk menunjukkan marwah AAI. “Kemesraan antaranggota itu luar biasa, dan ini harus kita jaga,” katanya.
Senada dengan yang lain, Bendahara DPC AAI Bandung Dyah Nur Sasanti turut menegaskan komitmen DPC terhadap semangat persatuan. “Sesuai gaung yang digaungkan, satu AAI, ya sudah itu yang kita jalankan,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPC AAI Bandung, Widianto Soekarnaen, menekankan bahwa tantangan nyata justru berada di tingkat bawah. “Kalau di level atas aman, tapi di DPC masih banyak pekerjaan rumah (PR) untuk bisa rekonsiliasi. Kami akan menggelar Rapat Anggota Cabang (RAC) setelah Munaslub bersama, untuk menentukan arah DPC Bandung ke depannya,” jelasnya.
Kendati begitu, Widianto berharap AAI bisa menjadi organisasi profesi yang benar-benar kuat dan bermartabat. “Bukan sekadar kumpul, tapi menjadi “Officium nobile“. Harapan saya, advokat AAI bisa menjadi role model bagi yang di luar sana,” tutupnya.









