Kasus Pemerasan K3: ‘Sultan Kemnaker’ Kembalikan Motor Ducati hingga Nissan GT-R

Peradilan, Tipikor531 Dilihat

HukumID | Jakarta – Terdakwa IBM menyampaikan penyesalan atas perbuatannya dalam sidang pemeriksaan terdakwa yang digelar Rabu, (6/5/2026). Dalam persidangan kasus dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Kemeterian Ketenagakerjaan ini IBM juga disebut berupaya bersikap kooperatif hingga akhir proses hukum yang sedang berjalan.

Hervian Dewantara selaku kuasa hukum IBM mengatakan salah satu bentuk sikap kooperatif itu ditunjukkan dengan penyerahan sejumlah aset yang diakui diperoleh dari uang non teknis.

Aset yang diserahkan meliputi empat unit sepeda motor merek Ducati serta satu unit mobil Nissan GTR,” kata Hervian.

Ia menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk itikad baik terdakwa untuk membantu proses penegakan hukum dan pemulihan kerugian yang timbul dari perkara yang menjeratnya.

Melalui pernyataan di persidangan, Hervian berharap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Majelis Hakim dapat mempertimbangkan sikap kooperatif IBM selama proses hukum berlangsung. Mereka memohon agar hal tersebut menjadi salah satu faktor yang meringankan dalam putusan akhir nantinya.

Sebagaimana diketahui, dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan total uang yang mengalir kepada Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Kementerian Ketenagakerjaan, Irvian Bobby Mahendro mencapai sekitar Rp 75 miliar.

Namun, Bobby memperkirakan jumlah uang yang diterimanya tidak mencapai Rp 75 miliar.

Totalnya itu saya hitung sekitar Rp 58 miliar,” ujarnya.

Bobby juga mengungkapkan bahwa sebagian dana tersebut digunakan untuk membeli beberapa kendaraan. Ia menyebut pembelian itu dilakukan agar kendaraan bisa dijual kapan saja apabila pimpinan memerlukan dana.

Ia menambahkan, salah satu kebutuhan dana muncul saat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel, meminta uang sebesar Rp3 miliar.

Selanjutnya, jaksa menanyakan berapa besar uang nonteknis yang benar-benar digunakan Bobby untuk kepentingan pribadinya.

Dari total uang yang ada, saya nikmati sekitar Rp 8 miliar, itu sudah termasuk dengan pembelian aset-aset tadi,” ucap Bobby.