HukumID.co.id, Jakarta – Bareskrim Polri akan bekerja sama dengan otoritas penegak hukum Filipina dan Kamboja untuk menangkap bandar judi online. Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada menyebut sudah ada tersangka yang bisa dipulangkan berkat kerja sama dengan pemerintah Filipina.
“Sekarang ada pelaku yang akan kita kembalikan, akan kita handing over dari Filipina atas nama tersangka HS alias A,” kata Wahyu dalam konferensi pers, Kamis (21/11/2024).
Wahyu menjelaskan, tersangka HS tersebut memiliki peran dalam mengelola perputaran situs judi online W88. Situs W88 memiliki perputaran uang mencapai Rp1 triliun.
“Kemudian terkait dengan beberapa waktu lalu kita juga mengamankan menindak situs judi W88, di mana perputaran website tersebut pada periode 2024 sebesar Rp1 triliun,” terangnya.
Lebih lanjut ia menekankan, HS dapat memerintahkan anak buahnya yang kini sudah menjadi tersangka untuk menyediakan rekening deposit dan rekening withdrawal. Rekening itu pun sudah terkoneksi dengan m-banking untuk dikirim melalui jasa ekspedisi ke Filipina dan juga ke Kamboja.
Selain itu, Wahyu Widada mengungkapkan, pihaknya telah berhasil mengamankan ratusan tersangka kasus judi online dalam kurun waktu 5-20 November 2024.
“Dari tanggal 5 sampai 20 November telah berhasil mengungkap sebanyak 619 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 734 orang,” ungkapnya, Kamis (21/11/24).
Dijelaskan, dalam kurun waktu tersebut juga telah dilakukan sosialisasi maupun penyeluan-penyeluan di bidang pencegahan serta pemberantasan judol sebanyak 2.420 kegiatan. Kemudian, juga sudah mengajukan pemblokiran kepada Kementerian Komunikasi dan Digital sebanyak 16.355 permintaan.
Sedangkan jumlah uang yang disita selama setelah tergantung edukasi ini adalah sebanyak Rp177.653.433.548. Kemudian, ada 858 unit handphone, 111 unit laptop, PC maupun tablet, kemudian 470 buku rekening, 829 kapal ATM, 6 unit kendaraan, 2 unit bangunan, dan ada 2 buah senjata api.
“Dari total 619 perkara tersebut ada beberapa yang melibatkan warga negara asing dan ada juga yang sektornya ada di luar negeri,” pungkasnya.
GDS









