HukumID | Lamongan — Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menegaskan perannya sebagai kampus berdampak dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pelaksanaan Program Intensifikasi Jagung Kebangsaan. Program ini ditandai dengan penyelenggaraan Forum Monitoring dan Evaluasi (Monev) dalam rangka Panen Raya Jagung seluas 37.000 hektare di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Program Intensifikasi Jagung Kebangsaan merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Pertanian UKRI dengan POLDA Jawa Timur, PT Corresco Seeds Indonesia, PT YKB Merah Putih, PT Len Railway Systems (LRS) serta Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI). Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan memperkuat produktivitas jagung nasional secara berkelanjutan, melalui penguatan sistem budidaya, pengelolaan input produksi, dan integrasi hulu hingga hilir.
Menurut Pipink A. Bisma, Dekan Fakultas Pertanian UKRI, pendekatan program ini dirancang berbasis keilmuan dan data lapangan yang terukur.

“Program Intensifikasi Jagung Kebangsaan kami bangun di atas fondasi riset dan pendekatan ilmiah yang sistematis. Kampus tidak berhenti pada produksi pengetahuan, tetapi memastikan hasil riset diterjemahkan menjadi praktik budidaya yang meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pada akhirnya kesejahteraan petani,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Forum Monitoring dan Evaluasi menjadi momentum penting untuk menilai capaian program, mulai dari efektivitas penerapan teknologi pertanian, penggunaan benih unggul, pengelolaan input produksi hingga dampak ekonomi nyata yang dirasakan petani. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang konsolidasi antar pemangku kepentingan untuk mendorong penyebarluasan dan replikasi program intensifikasi jagung di berbagai daerah sentra produksi.
“Bagi Fakultas Pertanian UKRI, keberhasilan program pertanian tidak hanya diukur dari peningkatan tonase produksi, tetapi juga dari keberlanjutan sistem, stabilitas pendapatan petani, serta kemampuan ekosistem pertanian beradaptasi terhadap tantangan iklim dan pasar,” tambah Pipink.

Panen raya jagung di Kabupaten Lamongan yang mencakup lahan sekitar 37.000 hektare menjadi bukti konkret keberhasilan sinergi antara dunia akademik, aparat negara, kelembagaan petani dan sektor swasta dalam menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.
Fakultas Pertanian UKRI berperan aktif dalam pendampingan teknis berbasis riset, penguatan kapasitas petani, penerapan inovasi pertanian presisi, serta pengelolaan tata kelola budidaya jagung yang berdampak langsung pada peningkatan hasil dan pendapatan petani.

Melalui Program Intensifikasi Jagung Kebangsaan, Fakultas Pertanian UKRI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan pertanian nasional yang berorientasi pada kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjembatani ilmu pengetahuan, kebijakan, dan praktik nyata di lapangan.
Ke depan, Fakultas Pertanian UKRI menargetkan pengembangan dan replikasi model kolaborasi serupa di berbagai wilayah sentra produksi pangan lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan, serta berkonstribusi bersama berbagai pihak untuk menempatkan Indonesia sebagai negara berdaulat pangan berbasis inovasi, riset, dan kolaborasi nasional.












