Dies Natalis ke-59 Universitas Pancasila: Sepenuh Hati Merawat Pancasila Semakin Berdampak

Nasional419 Dilihat

HukumID | Jakarta – Universitas Pancasila (UP) merayakan Dies Natalis ke-59 dengan mengusung tema “Sepenuh Hati Merawat Pancasila Semakin Berdampak”. Dalam perayaan yang dihadiri jajaran pengurus yayasan, sivitas akademika, dan media, semangat untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan dan meningkatkan kualitas pendidikan menjadi pesan utama pada Sabtu (1/11/2025).

Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M. menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang UP yang terus berkomitmen menanamkan nilai kemanusiaan, gotong royong, dan semangat Pancasila kepada para lulusan.

“Kami ingin lulusan-lulusan Universitas Pancasila selalu mengedepankan nilai kemanusiaan yang berlandaskan Pancasila dan gotong royong. Terima kasih juga kepada teman-teman media yang selalu mendukung kemajuan universitas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Universitas Pancasila Ir. Siswono Yudo Husodo dan Ketua Pengawas Jenderal (Purn) Agum Gumelar, yang masing-masing memberikan pandangan mengenai kiprah dan arah pengembangan UP ke depan.

Siswono mengungkapkan rasa syukur atas capaian UP yang kini menjadi salah satu dari 64 perguruan tinggi di Indonesia dengan akreditasi “Unggul” dari lebih dari 3.500 perguruan tinggi di Tanah Air. Ia juga mengingatkan kembali semangat para pendiri bangsa yang melahirkan Universitas Pancasila pada 28 Oktober 1965, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

“Para pendiri universitas ini ingin kita melanjutkan api semangat perjuangan para pendiri bangsa. Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah proklamasi lahirnya bangsa Indonesia, dan Universitas Pancasila lahir untuk meneruskan semangat itu,” tutur Siswono.

Ia menekankan pentingnya tiga hal yang harus dijaga universitas: sustainability (keberlanjutan), quality (kualitas), dan growth (pertumbuhan).

“Banyak perguruan tinggi yang tidak berumur panjang karena gagal menjaga keberlanjutan. Kita harus kompak, punya visi yang sama, dan universitas harus sehat secara keuangan. Kualitas juga ditentukan oleh proses belajar mengajar yang terus mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Agum Gumelar dalam sambutannya menekankan bahwa Universitas Pancasila harus menjadi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata, bukan sekadar slogan.

“Pancasila jangan dijadikan retorika belaka. Kita harus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Agum.

Menurutnya, untuk mewujudkan bangsa yang unggul dan berkarakter Pancasila, diperlukan tiga pilar utama pembangunan:

1. Nasionalisme, yakni cinta tanah air dan rela berkorban demi bangsa;

2. Sumber daya manusia unggul, yang memiliki daya saing di era teknologi dan globalisasi;

3. Disiplin nasional, yakni kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundangan.

“Pembangunan tidak akan berhasil di tengah masyarakat yang tidak disiplin. Kita harus membangun law-abiding society, masyarakat yang taat hukum,” ujarnya.

Perayaan Dies Natalis ke-59 ini menjadi momentum reflektif bagi Universitas Pancasila untuk terus menjaga semangat kebangsaan, memperkuat mutu pendidikan, dan melahirkan lulusan yang mampu menjadi pelaku perubahan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.