HukumID.co.id, Jakarta – Koordinator Wilayah (Korwil) Makassar Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Sulaiman Syamsuddin menyebut saat ini profesi kurator sangat rentan diskriminasi.
Hal itu dilontarkan Sulaiman saat memberikan pertanyaan kepada narasumber Coffee Talk “JRE” (Jimmy, Resha dan Edo) yang bertema Urgensi Perlindungan Kurator Melalui Undang-undang Perlindungan Profesi Kurator, Jumat (23/5/2025).
“Memang kita di profesi kurator itu sangat rentan ‘dikriminalisasi’. Karena tadi sempat disebutkan Salah satu narasumber bahwa, mana ada debitur yang pasrah perusahaannya Pailit kemudian diambil alih pengurusan dan pemberesannya oleh kurator. Pasti dia melakukan upaya-upaya, salah satu upayanya itu adalah melakukan pelaporan terhadap kurator. Kayak gitu,” ucap Sulaiman.
Selain itu, sebelum lahirnya UU Profesi Kurator, Sulaiman mendorong adanya kerjasama antara organisasi kurator dengan aparat penegak hukum sebagai solusi jangka pendek.
“Saya kira butuh MoU. Tapi pertanyaan kemudian MoU ini apakah berlaku secara umum atau hanya sekedar di internal AKPI? Sehingga memang perlu MoU itu tadi sempat disebutkan bahwa Ketua Umum AKPI nantinya bersama dengan baik itu Kapolri maupun Kejaksaan Agung, supaya lebih mengikat untuk sementara, sampai menunggu hadirnya undang-undang baru,” tandasnya.
“Produk Undang-undang itu kan melalui proses politik yang sangat panjang, kita tidak bisa prediksi jangka waktunya, kebetulan masuk dalam skala prioritas tapi jangka waktu itu kan masih tanda tanya,” sambungnya.
Tak hanya itu, Sulaiman juga mengapresiasi acara diskusi Coffee Talk yang diselenggarakan JRE untuk mengembangkan wawasan ataupun memberi masukan kepada pihak-pihak terkait termasuk aparat penegak hukum.
“Saya kira acara-acara seperti ini patut kita apresiasi dan penting, karena profesi kurator ini sebenarnya sangat rentan Sehingga dialog-dialog atau diskusi seperti ini penting, siapapun nanti jadi terpilih jadi ketua, saya kira ini adalah program wajib untuk tetap menggalakkan diskusi terkait masalah kepailitan,” tutupnya.









