Dies Natalis ke-59 Universitas Pancasila, Rektor Prof. Adnan Hamid Tegaskan Komitmen Menjaga Predikat Unggul

Nasional579 Dilihat

HukumID | Jakarta – Universitas Pancasila (UP) merayakan Dies Natalis ke-59 dengan penuh antusias. Acara yang berlangsung meriah itu turut dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Universitas Pancasila (YPUP), para akademisi, serta alumni dari berbagai angkatan. Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., yang baru tiga bulan menjabat, menegaskan komitmen kampus dalam menjaga kualitas dan mempertahankan akreditasi institusi “Unggul”.

“Alhamdulillah sehat, walaupun capek karena ikut jalan pagi, nyanyi, joget, tapi tetap happy karena suasananya keluarga besar,” ujar Prof. Adnan membuka perbincangan dalam sesi wawancara, Minggu (2/11/2025).

Dalam usianya yang ke-59, UP masuk dalam kelompok kurang dari 100 perguruan tinggi dari lebih 3.000 kampus di Indonesia yang meraih akreditasi institusi “Unggul”. Prof. Adnan menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja panjang para rektor dan pimpinan sebelumnya.

“Tugas kami bukan hanya mencapai, tetapi menjaga kualitas. Banyak yang mengira UP susah lulus, padahal lebih dari 70 persen mahasiswa lulus tepat waktu. Bahkan 20 persen selesai lebih cepat, 3,5 tahun,” jelasnya.

Untuk mempertahankan predikat unggul, UP terus memperbarui kurikulum agar sesuai kebutuhan pasar, termasuk memasukkan materi terkait cyber law dan artificial intelligence di Fakultas Hukum.

“Kita mengundang para profesional. Kalau mau jadi advokat, jaksa, notaris, apa yang dibutuhkan? Itu semua kita sesuaikan,” katanya.

Menjawab fenomena “geng alumni” yang sering muncul di beberapa lembaga negara, Prof. Adnan menolak label tersebut.

“Yang menentukan itu kompetensi. Kejaksaan, misalnya, adalah institusi profesional. Mereka pasti merekrut berdasarkan kemampuan, bukan karena geng,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa networking penting, tetapi tetap harus dibarengi keahlian.

“Teman itu aset. Tapi kalau tidak punya keterampilan, ya tetap akan terseleksi.”

Prof. Adnan, yang merupakan alumni Fakultas Hukum UP, menjadi rektor pertama dari kalangan alumni sejak universitas itu berdiri. Ia menegaskan bahwa jabatannya tidak otomatis membuat alumni menjadi prioritas dalam pengisian struktur kepemimpinan.

“Yang penting punya komitmen memajukan UP. WR1, WR2 bukan alumni. WR3 kebetulan alumni dan lebih muda, jadi dekat dengan mahasiswa,” ucapnya.

UP juga telah menjalankan program “alumni mengabdi”, yaitu satu minggu pengajaran penuh oleh para alumni yang kini berkarier sebagai advokat, hakim agung, jaksa, maupun profesional lain. Program ini dilaksanakan di berbagai fakultas untuk memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa.

Dalam perayaan Dies Natalis, UP mengangkat tema “Merawat Pancasila Sepenuh Hati dan Berdampak”. Menurut Prof. Adnan, lulusan UP tidak hanya harus unggul secara akademik tetapi juga berintegritas dan berkarakter.

“Kita ingin lulusan UP menjunjung nilai kebersamaan, gotong-royong, persatuan, dan musyawarah. Tidak ada yang bisa maju sendirian. Kolaborasi itu penting,” ujarnya.

Prof. Adnan juga menekankan bahwa lulusan UP yang sukses di luar kampus adalah “marketing terbaik” bagi universitas. Karena itu ia selalu berpesan agar alumni menjaga nama baik almamater.

“Keberhasilan mereka adalah cermin kualitas UP,” tutupnya.