Martin-Vardy Resmi Deklarasikan Pencalonan Sebagai Ketum dan Sekjen AKPI 2025–2028

Organisasi533 Dilihat

HukumID.co.id, Jakarta – Martin Patrick Nagel dan Harvardy Muhammad Iqbal, yang dikenal dengan julukan MVP (Martin-Vardy Pasti), resmi mendeklarasikan pencalonan mereka sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025–2028. Deklarasi tersebut berlangsung pada Selasa (3/6/2025) di Bengkel Space, Jakarta Selatan, dan dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Acara deklarasi ini dihadiri oleh anggota AKPI, akademisi dari berbagai universitas, tokoh hukum dan kepailitan, serta perwakilan instansi pemerintah dan dunia usaha. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan dukungan luas terhadap visi pembaruan yang diusung pasangan Martin-Vardy.

Dalam pidatonya, Martin menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata dalam tubuh AKPI. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai integritas, kejujuran, dan semangat membantu sesama, yang menurutnya telah menjadi prinsip hidup sejak kecil dan akan menjadi dasar dalam kepemimpinannya.

“Kami tidak datang membawa janji kosong, melainkan semangat kolaborasi dan transformasi nyata. Kami akan bekerja sebagai pelayan bagi seluruh anggota AKPI,” ujar Martin dengan didampingi oleh Vardy.

Sebagai bentuk komitmen, Martin dan Vardy menandatangani pakta integritas di hadapan para peserta, menegaskan keseriusan mereka dalam menjalankan amanah dengan tanggung jawab dan transparansi.

Dalam deklarasi tersebut, MVP juga meluncurkan visi, misi, serta empat pilar utama transformasi-kolaborasi AKPI. Empat pilar tersebut mencakup:

1. Optimalisasi peran strategis melalui pendidikan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor.

2. Penguatan tata kelola dan fungsi wilayah, dengan pelibatan aktif daerah dan pengaktifan wilayah strategis seperti Medan, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Bandung.

3. Penerapan perlindungan hukum terpadu lewat pembentukan tim bantuan hukum dan kerja sama dengan aparat penegak hukum.

4. Inovasi digitalisasi dan transparansi, melalui peluncuran aplikasi digital serta laporan publik untuk program kerja dan keuangan.

“Kami percaya inklusivitas adalah kunci keberhasilan AKPI ke depan. Seluruh anggota, dari pusat hingga daerah, harus merasakan manfaat yang setara dan nyata dari keberadaan organisasi kita,” ujar Vardy.

Ketua Tim Sukses Martin-Vardy, Dida Hardiansyah, turut memberikan pernyataan dukungan penuh terhadap pasangan ini. Ia menyampaikan bahwa Martin dan Vardy membawa semangat perubahan dan komitmen untuk membangun AKPI yang lebih profesional, inklusif, dan relevan di masa depan.

“Kami percaya Martin dan Vardy bukan hanya membawa semangat perubahan, tapi juga komitmen nyata,” ucap Dida.

Sebagai bagian dari strategi penguatan organisasi, MVP juga memperkenalkan delapan program unggulan, antara lain:

1.Pendidikan berkelanjutan gratis bagi anggota,

2. Standarisasi kerja profesi pengurus dan kurator,

3. Perluasan jejaring dengan instansi dan dunia usaha,

4. Pengalokasian anggaran untuk program kerja di wilayah,

5. Keterbukaan laporan keuangan sesuai AD/ART,

6. Tim hukum siaga untuk perlindungan hukum anggota,

7. Peluncuran aplikasi digital untuk akses dan komunikasi,

8. Transformasi tata kelola organisasi yang lebih inklusif.

Martin dan Vardy menutup acara dengan ajakan kepada seluruh anggota AKPI untuk bersatu dan berkontribusi aktif demi kemajuan organisasi.

“Kami mengajak seluruh anggota AKPI untuk bergandengan tangan, bekerja sama, dan berkontribusi aktif demi kemajuan AKPI,” pungkas mereka.