Perayaan Natal IKAPI 2025, Oscar Sagita Tekankan Inklusivitas dan Kebersamaan

Organisasi890 Dilihat

HukumID | Jakarta — Perayaan Natal Ikatan Kurator dan Pengurus Indonesia (IKAPI) Tahun 2025 kembali menegaskan kuatnya nilai toleransi dan kebersamaan lintas agama di lingkungan organisasi profesi kurator dan pengurus. Acara yang digelar pada Jumat (12/12/2025) tersebut berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan, dengan tradisi unik yang terus dijaga IKAPI, yakni ketua panitia perayaan Natal berasal dari kalangan non-Kristiani.

Ketua Umum IKAPI, Oscar Sagita, menegaskan bahwa tradisi tersebut merupakan wujud nyata komitmen IKAPI dalam membangun budaya toleransi di internal organisasi. Menurutnya, IKAPI sejak awal tidak ingin menjadi organisasi yang eksklusif atau hanya melekat pada kelompok tertentu.

“IKAPI memiliki tradisi bahwa perayaan Natal diketuai oleh non-Muslim, begitu pula kegiatan keagamaan lain seperti halal bihalal yang justru diketuai oleh non-Muslim. Ini untuk menumbuhkan budaya toleransi dan kebersamaan di antara anggota,” ujar Oscar dalam wawancara bersama HukumID.

Ketua Umum IKAPI Oscar Sagita

Oscar menambahkan, suasana perayaan Natal IKAPI selalu diwarnai kegembiraan dan kehadiran anggota dari berbagai latar belakang agama dan budaya. Hal tersebut, menurutnya, menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bukti bahwa nilai inklusivitas benar-benar hidup di dalam IKAPI.

“Tahun ini saya sampaikan juga kepada para tamu undangan, dan mereka sangat mengapresiasi. Ini tradisi yang baik dan pasti akan kami lanjutkan ke depan,” katanya.

Pada perayaan Natal 2025 ini, IKAPI mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga.” Oscar menjelaskan, tema tersebut dipilih karena Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga telah menjadi ikon budaya tentang kebahagiaan dan kebersamaan.

“Fondasi kebahagiaan itu ada di keluarga. Di IKAPI, rasa kekeluargaan sangat kuat. Tidak ada konflik atau gesekan, yang ada justru kegembiraan saat berkumpul. Itu yang ingin kami refleksikan lewat tema Natal tahun ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Oscar juga menyampaikan catatan akhir tahun 2025 terkait penegakan hukum kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Indonesia. Ia menilai, jumlah perkara kepailitan atau PKPU tidak bisa dijadikan satu-satunya parameter baik atau buruknya kondisi hukum maupun ekonomi.

“Yang terpenting bukan banyak atau sedikitnya perkara, tetapi bagaimana kesulitan ekonomi bisa diselesaikan dengan baik. IKAPI ingin berkontribusi nyata dalam penegakan hukum kepailitan dan PKPU demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Menutup wawancara, Oscar Sagita menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh anggota IKAPI dan masyarakat Indonesia.

“Semoga Tuhan memberkati kita semua dan membawa kesuksesan bagi kita ke depan,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Natal IKAPI Rustina Haryati

Sementara itu, Ketua Panitia Perayaan Natal IKAPI 2025 Rustina Haryati, mengaku merasa terhormat sekaligus bangga dipercaya memimpin pelaksanaan acara, meskipun dirinya bukan penganut Kristiani. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga tentang toleransi dan kerja sama.

“Awalnya bingung karena belum tahu proses ibadah Natal seperti apa. Tapi alhamdulillah teman-teman banyak membantu dan memberi masukan. Acaranya berjalan lancar dan mendapat banyak apresiasi,” kata Nina.

Nina juga menilai perayaan Natal tahun ini berlangsung meriah dan sukses, dengan kehadiran ratusan peserta serta kegiatan berbagi melalui doorprize dari yayasan.

“Poin pentingnya adalah berbagi dan mempererat kekeluargaan,” ujarnya.

Menutup rangkaian acara, Nina turut menyampaikan ucapan Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru kepada seluruh anggota IKAPI dan umat Kristiani yang merayakan, seraya berharap semangat toleransi terus terjaga di dalam organisasi.