Petrus: Anthony Prawira Layak Pimpin AKPI, Konsisten dan Berintegritas!

Organisasi543 Dilihat

HukumID | Jakarta – Dukungan terhadap Anthony Prawira sebagai calon Ketua Umum Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) periode 2025–2028 semakin menguat. Senior kurator sekaligus mantan anggota Dewan Kehormatan, Petrus Bala Pattyona, menilai Anthony layak memimpin AKPI karena rekam jejak dan konsistensinya.

“Anthony memiliki pengalaman panjang di AKPI sejak lulus pendidikan kurator tahun 2007. Hampir semua jabatan sudah dia jalani, mulai dari bidang advokasi, wakil sekjen, Dewan Kehormatan, hingga Dewan Sertifikasi Standar Profesi. Jadi wajar kalau sekarang beliau mencalonkan diri sebagai ketua umum,” kata Petrus dalam podcast dadakan bersama Anthony Prawira dan Turman Pangabean yang tayang di YouTube HukumID, Senin (18/8/2025).

Menurut Petrus, ada tiga program penting yang diharapkan dapat dijalankan Antoni bila terpilih, yakni penguatan pendidikan, perlindungan hukum bagi anggota, serta penegakan kode etik. Ia menekankan, perlindungan hukum merupakan hal paling krusial.

“Selama ini anggota sudah membayar iuran, tapi manfaat perlindungan belum maksimal. Anggota seharusnya tidak hanya mendapat kartu tanda anggota, tetapi juga ada jaminan organisasi hadir ketika mereka menghadapi persoalan hukum,” ujarnya.

Petrus juga menyoroti beban biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10 juta yang wajib dibayar setiap kurator saat mengajukan PKPU atau kepailitan. Menurutnya, organisasi harus hadir memberi solusi, misalnya dengan subsidi silang atau bantuan dari kas AKPI.

“PNBP ini persoalan serius. Jangan sampai anggota terbebani sendiri, sementara dana organisasi hanya menumpuk,” tegas Petrus.

Menanggapi hal itu, Anthony Prawira menegaskan komitmennya memperkuat bidang perlindungan profesi dengan alokasi anggaran khusus. Menurutnya, AKPI memiliki sumber keuangan yang cukup, sehingga sebagian harus dikembalikan untuk kepentingan anggota.

“Setidaknya ada dana cadangan yang bisa digunakan sewaktu-waktu mendampingi anggota yang bermasalah. Itu uang kita juga, dari anggota untuk anggota. Organisasi besar tapi tidak melindungi anggotanya, menurut saya keliru,” kata Anthony yang kini menjadi calon Ketua Umum AKPI nomor urut 4.

Anthony juga menekankan pentingnya transparansi dan konsistensi dalam pengelolaan organisasi.

“Apapun programnya, termasuk soal anggaran, tetap harus mendapat persetujuan di forum tertinggi RAT. Tapi saya yakin, untuk perlindungan anggota, semua pasti setuju,” ujarnya.

Sementara itu, Turman Pangabean menilai Antoni unggul karena rekam jejak dan integritasnya.

“Sejak 2007, Anthony selalu ada di AKPI. Hampir semua jabatan pernah dia jalani. Yang terpenting, dia konsisten dan tidak pernah mengecewakan. Ini yang dibutuhkan organisasi,” tegas Turman.

Petrus menutup dengan menekankan bahwa pemimpin AKPI ke depan harus punya “hati” dalam membela anggota.

“Kalau tidak punya hati, jangan harap organisasi bisa maju. Antoni sudah membuktikan, dia punya hati untuk membela anggota,” pungkasnya.

Dengan dukungan senior serta visi perlindungan anggota, pendidikan, dan penegakan kode etik, Anthony Prawira semakin mantap melangkah menuju pemilihan Ketua Umum AKPI periode 2025–2028.