HukumID | Jakarta — Anggota Dewan Pembina IKAPI Prof. Yuhelson, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan profesionalisme dalam momentum Halal Bihalal IKAPI yang digelar pada Jumat (10/4/2026).. Dalam sambutannya, ia menilai tradisi halal bihalal bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang memperkuat persaudaraan sekaligus membuka pintu rezeki.
Menurut Yuhelson, tema halal bihalal tahun ini yang mengangkat silaturahmi sebagai jalan membuka rezeki sejalan dengan ajaran dalam hadis Hadis Imam Bukhari No. 595.
“Silaturahmi bukan hanya mempererat hubungan, tetapi juga menjadi jalan dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kembali sejarah lahirnya tradisi halal bihalal di Indonesia yang berakar dari gagasan Soekarno sebagai upaya meredam perbedaan di tengah masyarakat. Tradisi tersebut, kata Yuhelson, kini menjadi kekayaan budaya bangsa yang harus terus dilestarikan, termasuk di lingkungan IKAPI.
Dalam refleksinya, Yuhelson menyinggung perjalanan IKAPI sejak Munas pertama pada 2004. Ia menilai, selama lebih dari dua dekade, organisasi ini tetap eksis dan memiliki tempat di hati para kurator dan pengurus di Indonesia.
“Di tengah banyaknya organisasi, IKAPI tetap menjadi rumah bagi kita semua,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga integritas dan tidak tergoda oleh kepentingan materi. Menurutnya, profesionalisme kurator adalah marwah organisasi yang harus dijaga.
“Jangan pernah tergoda dengan angka-angka. Integritas dan keteguhan iman harus menjadi dasar dalam menjalankan profesi,” kata Yuhelson.
Menutup sambutannya, Yuhelson mengajak seluruh anggota IKAPI untuk terus berkontribusi bagi dunia kepailitan dan pengurusan di Indonesia, seraya menjaga nama baik organisasi.
“Semoga IKAPI terus berkembang dan tradisi halal bihalal ini tetap menjadi pengikat silaturahmi bagi generasi penerus,” pungkasnya.









